Minggu, April 26, 2009

CERAI??OGAH AH!!


Akhir-akhir ini sering kali sobat mendengar berita tentang "Perceraian".Ngga itu dari kalangan orang biasa,selebritis,profesional,politikus,bahkan yang mengagetkan juga datang dari tokoh agama yang seharusnya bisa memberikan contoh bagaimana membina keluarga yang harmonis.Sehingga hari ini "perceraian" bukan lagi "barang" yang malu untuk dibicarakan secara luas,dengan berbagai alasan apakah karna ekonomi,KDRT,sudah tidak cocok lagi,dsb.Pelakunya dengan entengnya menyampaikan bahwa "Saya sudah cerai"!!Udah hilang urat malunya kali!

Itu pertanda bahwa pelakunya belum pandai/bisa mengendalikan dirinya sebagai mahluk Tuhan yang dianugrahi kebijaksanaan yang sangat besar.Perceraian adalah sebuah solusi "DARURAT" yang tidak bisa setiap saat dijadikan solusi "TERBAIK" dalam menyelesaikan masalah Rumah tangga.Kalo baru sedikit ada masalah,terus udah minta cerai,itu mah jujur aja bilang"Gue pengen kawin lagi"

Itu semua disebabkan karena:
  1. karena pelakunya masih besar dalam rasa egois,rasa "ke-AKU-annya"Mustahil bila masih ada rasa tersebut akan bisa mengerjakan pekerjaan yang membutuhkan keterlibatan pihak/orang lain.kita tahu,zaman sekarang,seluruh pekerjaan dari yang paling mudah sampe yang paling berat itu butuh keterlibatan phak lain.Itu adalah tanda masyarakat yang beradab.Kalo pake bahasa kerennya ,INTERDEPENDENSI".Sebaliknya kalo belum bisa kerja sama dengan orang lain,itu mah namanya orang "JADUL"Ngga mau khan,dibilang orang JADUL?
  2. Karena pelakunya hanya mengedepankan hawa nafsunya.Bukan "VISI "bersama.Percaya khan sobat,kalo yang namanya Hawa nafsu tidak punya Visi yang jelas?Tetapi bila sudah mempunyai tujuan/visi yang jelas tentang komitmen hidup bersama,dan itu dijunjung sangat kuat bersama,maka bila ada masalah di dalam perjalanannya,pasti keduanya akan menghadapinya bersama-sama.Bukan malah lari cari selamat masing-masing

Yang bisa melakukan 2 hal tadi adalah orang-orang yang sudah matang/dewasa kepribadiannya.Dewasa tidak bisa dilihat hanya dari segi umur secara mutlak.Bisa dikatakan"DEWASA" bila sudah mampu menghadapi dan menyelesaikan berbagai kondisi kehidupan baik senang maupun susah dengan "win-win Solution"Semua pihak untung.Perceraian tidak ada yang untung.Apalagi kalo sudah ada anak.

Bila melihat fenomena di atas,benarlah penilaian bahwa bangsa ini belumlah dewasa secara mental.Karena masih banyak dari berbagai kalangan yang menjalani pernikahan dan berakhir di perceraian.Bila masih seperti itu,kita tidak akan pernah bisa membangun negara ini kearah yang lebih maju.Lha wong dikasih negara kecil(keluarga) aja belum bisa,apalagi negara yang besar??

Agar tidak mengalami hal tersebut,sobat mesti belajar untuk mendewasakan diri,walaupun untuk itu kita harus mengorbankan rasa ego kita.Ngga pa-pa khan,bukan uang ini yang hilang.Tapi itu cukup berat untuk dilakukan sobat.Tapi jangan kuatir sobat,bila sobat ingin belajar itu semua,sobat bisa dapetin dari bapak TDW di program TDW university

Disana banyak hal yang kita bisa pelajari,untuk menjadikan sobat orang yang lebih "DEWASA"
Dalam segala hal!!.Dan tentunya setelah sobat mendapatkannya,sobat harus segera menjalankannya.Tau ngga sobat,bahwa menjalankan ilmu yang kita dapatkan adalh salah satu proses"PENDEWASAAN"?